17 Juli 2010

Mau Menjadi Relawan Profesional?

17 Juli 2010

Jika Anda termasuk yang pernah bertanya, “bagaimana cara saya menjadi relawan?” Tenang, Anda bukan satu-satunya yang bertanya seperti itu, Anda juga bukan yang pertama melontarkan pertanyaan tersebut. Begitu juga ketika Anda bertanya, “Apa sarat menjadi relawan?”

Dan beragam pertanyaan lainnya yang muncul setiap kali seseorang berhasrat menjadi relawan. Pertanyaan selanjutnya juga muncul, “Saya harus melakukan apa?”, “bagaimana memulainya?”, “dimana saya bisa menjadi relawan?”, atau “kemana saya harus bergabung?”

Tenang, sekali lagi tenang! Semua pertanyaan Anda itu akan dengan mudah Anda jawab sendiri jika Anda sudah mampu menjawab satu pertanyaan penting, “bekal apa yang harus saya siapkan untuk menjadi relawan?” Sekali lagi tenang juga, karena untuk menjawab pertanyaan terakhir ini, Anda akan sangat terbantu dengan mengikuti program baru dari MRI – Masyarakat Relawan Indonesia, yaitu: UNIVERSITAS KERELAWANAN (UK).

Materi-materi yang diberikan antara lain;

1. Dasar filosofi kerelawanan
2. Peran Strategis relawan
3. Motivasi kerelawanan
4. Pengorganisasoan dan sistem manajemen relawan
5. Strategi rekrutmen, pengembangan dan pemberdayaan relawan
6. Kompetensi dasar dan profil relawan

Sampai materi-materi pengembangan keterampilan yang diperlukan seorang relawan, seperti Community Organizing, Community Development, Public Speaking, Dynamic Communication, dan yang pasti materi-materi yang terangkum dalam judul besar Total Disaster Management (TDM).

Sekilas tentang Universitas Kerelawanan (UK)

Sebuah program edukasi kerelawanan untuk meningkatkan pengetahuan relawan, memelihara motivasi dan semangat kerelawanan sekaligus tempat berbagi pengalaman tugas kemanusiaan guna menciptakan relawan-relawan yang visioner, tangguh, cerdas, siap pakai serta memahami kemampuan, tugas dan tanggungjawabnya sebagai relawan.

Dengan mengikuti program UK secara utuh, relawan akan mampu memaksimalkan potensi dan keterampilannya dalam tugas kemanusiaan. Diharapkan, beberapa indikasi keberhasilan dari relawan-relawan yang mengikuti program UK ini bisa terlihat antara lain;

1 Humanity Intelligence ; Berjiwa sosial tinggi, senantiasa terpanggil oleh tugas kemanusiaan

2 Volunteer Inside ; Mengerti kenapa, untuk tujuan apa ia mendedikasikan dirinya menjadi

relawan dan pada akhirnya ia menyadari bahwa menjadi relawan adalah sebuah kebutuhan untuk keseimbangan hidup

3 Volunteer Knowledge ; Mengerti peran, tugas dan tanggungjawab strategisnya sebagai relawan

4 Volunteer Lifestyle ; Bekerja dalam tugas kemanusiaan tanpa mengenal batas waktu, tempat dan keadaan, sebab dimanapun ia berada ia tetaplah relawan, di lokasi bencana maupun di luar lokasi bencana. Kerelawanan adalah gaya hidup!

5 Spirit of Volunteer ; Selalu memiliki semangat memberi, bukan menerima atau ingin mendapatkan sesuatu dari kegiatan kerelawanan

6 Volunteer Act ; Senantiasa memiliki motivasi tinggi untuk membantu meringankan beban orang lain

7 Volunteer Skills ; Berjiwa pemimpin, memiliki kemampuan managerial, organsisasi, memahami sistem operasional dan berbagai keterampilan penunjang kerja-kerja kerelawanan.

8 Point keberhasilan di atas akan mampu diraih seorang relawan dengan mengikuti secara utuh program Universitas Kerelawanan (UK) yang terdiri dari 2 (dua) level; Basic Level dan Advance Level. Masing-masing level terdiri dari 6 (enam) pertemuan dengan 12 (duabelas) materi. Untuk satu level diperkirakan akan diselesaikan dalam waktu 3 (tiga) bulan.

Bagaimana mengikuti program ini?
Cukup dengan memenuhi persaratan di bawah ini:

1. Melakukan registrasi dengan mengirim biodata singkat disertai alasan (motivasi dasar) Anda ingin mengikuti program UK (email akan diseleksi untuk satu angkatan hanya 50 orang) ke alamat email: universitaskerelawanan@yahoo.com dan cc ke masyarakatrelawanindonesia@yahoo.com

2. Mengisi formulir yang telah disediakan panitia (formulir akan dikirim kepada peserta yang melakukan registrasi melalui email)

3. Memenuhi biaya administrasi registrasi sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah)

4. Bersedia mengikuti program sampai selesai (minimal basic level)

5. Mengumpulkan foto ukuran 3x4 dan 4x6 masing-masing 2 lembar (dibawa pada pertemuan pertama)

6. Usia minimum 19 (Sembilan belas) tahun . Peserta dibawah 19 tahun akan dibuka kelas khusus pelajar

7. Berkelakuan baik, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghargai perbedaan dan bersikap kooperatif baik dengan sesama peserta maupun fasilitator


Ketentuan Umum

1. Modul materi disediakan bagi yang berminat untuk memilikinya

2. Pertemuan diadakan setiap hari Sabtu, mulai pukul 09.30 WIB. Setiap pertemuan mendapatkan 2 materi dengan durasi masing-masing materi kurang lebih 120 menit

3. Peserta yang berhalangan atau tidak mengikuti salah satu materi selama masa waktu perkuliahan, diperkenankan mengikuti materi bersangkutan di kelas lain

4. Panitia tidak menyediakan makan siang dan transportasi

5. Setiap peserta yang lulus akan diberikan Ijazah Universitas Kerelawanan

6. Setiap peserta secara otomatis terdaftar sebagai anggota MRI (bagi yang belum terdaftar) dan anggota Action Club

7. Pakaian bebas, tetapi sopan dan rapih dengan menggunakan sepatu

PENTING!

Bagi yang berminat & segera TAKE ACTION boleh bergabung di pertemuan hari Sabtu, bertempat di Lantai III, Gedung ACT – Aksi Cepat Tanggap, Komplek Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok B 8-9, Jl. Ir. H. Juanda No. 50, Ciputat, Banten – Indonesia

Info lebih lanjut:
Sukorini, 081363882140

*Dibuka kelas Eksekutif, 3 hari 2 malam (basic level) dengan biaya terjangkau (biaya sudah termasuk akomodasi, transportasi, konsumsi dan bonus rafting*)

FORWARD PLEASE…!

Mohon difoward ke teman, saudara & relasi yang berminat membangun Indonesia, terima kasih.


Read More....

04 Juli 2010

Banyak Bukti Menunjukkan Masa Depan Bumi Sangat Mengerikan

04 Juli 2010

PLANET bumi ini tidak akan abadi. Manusia, hewan dan lain-lain yang bertahan hidup, bergantung kepada bumi, semua akan musnah ketika bumi ini rusak oleh berbagai sebab.

Pemanasan global adalah suatu kejadian yang tak terhindarkan yang mempengaruhi kondisi iklim di bumi. Badai yang merusak, gelombang pasang surut, tsunami dan kelaparan yang disebabkan oleh kekeringan akan terus berlanjut kecuali jika upaya-upaya pengendalian polusi dan kerusakan lingkungan terus dilakukan.

Bumi diusahakan untuk tetap terus lestari melalui perbaikan alam, tetapi manusia akan menerima segala akibat karena proses perbaikan dilakukan dengan ganas dan tak bisa dikendalikan.

Peningkatan kecil dari rotasi bumi yang menyebabkan ketidakseimbangan kandungan isi yang dihabiskan oleh bumi, dapat mempengaruhi umat manusia di berbagai bidang. Perubahan-perubahan pola dari penggunaan lahan, yang pada saat ini lebih banyak penduduk di kota besar dibanding pedesaan.

Kota-kota yang penuh sesak, wilayahnya meluas ke area pedesaan mendesak lahan pertanian. Kumuh dan kotornya kota besar mengganggu kesehatan manusia dan menimbulkan bibit-bibit bencana yang baru.

Tingkat produksi minyak bumi di tahun 2008 dan 2018 akan mencapai titik puncaknya, yang berarti permulaan untuk semakin habisnya minyak bumi. Hal ini dapat memicu terjadinya penurunan ketersediaan energi global, konflik antar wilayah atas ladang minyak dan sumber pangan.

Minyak bumi sangat penting bagi setiap negara untuk melanjutkan aktifitas produksinya, termasuk pertanian dan peternakan. Di masa depan, penipisan kandungan minyak di bumi ini dapat mempengaruhi kehidupan manusia secara signifikan.

Mobil menyumbangkan 3/4 emisi gas dari kendaraan. Dari sekarang, dunia akan dipenuhi lebih dari satu miliar mobil yang menjelajahi jalan raya hingga 2030 dan akan terus bertambah satu miliar lebih lagi di tahun 2050.

PEMBAKARAN

Hal ini berhubungan dengan peningkatan CO2 sebesar 75 persen di atmosfer yang timbul dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas dan batubara), sementara itu 20 persen CO2 yang masuk atmosfer bumi disumbangkan oleh mesin bahan bakar minyak, 80 persen sisa emisi CO2 datang dari pembakaran bahan bakar fosil dari mesin pembangkit listrik.

Karena peningkatan suhu juga meningkatkan kandungan CO2, maka tingkat kelembaban untuk terjadinya awan di udara juga rendah. Hal ini berarti tingkat curah hujan juga akan berkurang, dan secara langsung akan mengakibatkan penurunan hasil pertanian. Tahun 2020 merupakan masa sulit dan meningkatnya volume air secara mendadak di benua Eropa, sejak mencairnya es di kutub utara.

Sejak Hari Bumi pertama di tahun 1970 hingga memasuki milenium baru, manusia telah meningkatkan emisi gas rumah kaca sebesar 70 persen. Atmosfer bumi saat ini mengandung 40 persen lebih banyak CO2 dibanding pada awal Revolusi Industri.

Hasil dari pembakaran bahan bakar fosil saat ini menambahkan hampir 6 miliar ton CO2 ke dalam atmosfer setiap tahun. Hanya setengahnya yang diserap oleh hutan dan lautan.

Hujan hutan, pada awalnya menutup 14 persen permukaan bumi. Kini hanya tinggal kurang dari 6 persen saja, para ahli meramalkan sisa hutan tersebut akan habis dalam waktu kurang dari 40 tahun lagi. 1 hangga 1,5 hektar dari hutan hujan hilang tiap satu detik sebagai akibat dari pembangunan di negara industri dan negara berkembang. Hampir setengah jumlah dari seluruh spesies flora, fauna dan mikro organisma akan musnah atau terancam musnah pada 25 tahun mendatang akibat penebangan hutan tropis.

Perkiraan para ahli mengatakan, bahwa kita kehilangan sekitar 137 spesies tumbuhan, binatang dan serangga setiap hari karena penebangan hutan. Atau sebanding dengan 50.000 spesies per tahun. Seiring dengan musnahnya spesies di hutan hujan, bertambah pula berbagai bencana yang mengancam kehidupan manusia.

PENGGUNDULAN

Gencarnya penggundulan hutan menyumbangkan 20 persen polusi pemanasan global karena terhalangnya CO2 untuk terserap kembali.Celakanya, meningkatnya polusi udara, air dan tanah terjadi pada negara-negara berpenghasilan rendah.

Pada tahun 2030, sekitar 18 persen dari terumbu karang akan musnah akibat perubahan iklim dan lingkungan. Pada saat itu jumlah penduduk dunia mencapai 8,3 miliar jiwa. Tahun 2040 Lautan Arktik akan mengalami musim panas pertama tanpa es.

Semenjak hilangnya glacier dan terjadinya musim kering yang panjang, produksi listrik dari PLTA akan berkurang.

Luasan gurun pasir di permukaan bumi akan bertambah yang disebabkan oleh peningkatan suhu di bumi.

Tingkat gas karbon monoksida (CO) di atmosfer bumi akan terus meningkat.

Pengaruh merusak oleh aktivitas manusia dapat berakibat negatif pada sistem kehidupan di bumi. Contohnya perang, dapat merusak bumi di berbagai infrastruktur jalan, pembunuhan masal, kelaparan dan wabah, pembakaran bahan bakar fosil dalam jumlah besar oleh mesin perang, termasuk penebangan hutan dan pengambilan batu dan tanah untuk pembangunan kembali infrastruktur.
Read More....

03 Juli 2010

Dana Hibah untuk Risiko Bencana - Aceh

03 Juli 2010

Pengumuman Pemberian Hibah Kerjasama di Aceh

Dengan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS)/LSM dan Perguruan Tinggi Untuk Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK)

Proyek Menjadikan Aceh yang Lebih Aman melalui Pengurangan Risiko Bencana dalam Pembangunan (DRR-A), yang dikoordinasikan oleh UNDP bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia (Pemerintahan Aceh dan Departemen Dalam Negeri), akan memberikan dana hibah kepada Organisasi Masyarakat Sipil (OMS/LSM) dan Perguruan Tinggi yang Berlokasi di Aceh untuk melakukan kegiatan untuk mendorong agar pengurangan risiko bencana menjadi bagian normal dari proses pembangunan yang terdesentralisasi.

Apabila OMS/LSM/Perguruan Tinggi saudara berminat untuk melakukan kegiatan tersebut di atas, diharapkan saudara membaca informasi /keterangan mengenai panduan pengajuan dan pelaksanaan kegiatan hibah tersebut disini.

Proposal Paling Lambat diterima oleh panitia tanggal 26 Juli 2010

UNDP akan mengadakan pemaparan mengenai permohonan hibah ini pada tanggal 7 Juli 2010 di Hotel Hermes – Banda Aceh dimulai pada pukul 09.30 Pagi.

Lembaga yang berminat hadir pada lokakarya pemaparan program hibah dimohon untuk mengirimkan perwakilan (maks 2 orang) dengan melakukan konfirmasi kehadiran paling lambat tanggal 5 Juli 2010. Monica Supriyati (081384675615) atau Kamaruddin Rimba (081360038197)

Read More....

2 Posisi Friends International - Aceh



Friends International is a social enterprise that works with marginalized urban children and youth, their families, their communities and societies to build better futures for them. Friends-International is seeking two national staffs to fill the position of a Coffee Shop Manager and a Head Chef, to work closely with Program Director Indonesia.

Position Summary:
Teman Baik is a program which serves the marginalized children and youth, their family and community for together with them build their future. In providing service of vocational training, Teman Baik will set up a social business which is a coffee shop. This Coffee Shop business will provide hospitality and business training directly to youth. Coffee Shop Manager will manage all activities related to training and business aspect of this coffee shop business. A Head Chef will ensure the quality of serving of food and beverages and work closely with Coffee Shop Manager in training the students.

Main Responsibilities of Coffee Shop Manager
Operational Responsibilities : Ensure the kitchen, lounge and catering is operated based on SOP including the training activities for youth. Reporting Responsibilities : writing monthly, quarterly and annual reports. Financial Responsibilities : Oversee and approve the purchasing of goods and services for the Coffee Shop, assist in the budgeting process, maintain budget, account for all revenue and review monthly financial report. Human Resources Responsibilities : supervise, train, evaluate and support Coffee Shop staff (lounge, kitchen, catering and training), teach students, interviewing candidates for the teacher of cooking and barista, service and cashier positions).

Main responsibilities of Head Chef
Operational responsibilities : Ensure all staff and students follow proper rules of dress, hygiene, and code of conduct in kitchen. Ensure quality, consistency and timeliness of all food and beverages. Monitor, request, receive, and properly store food supplies. Ensure cleanliness of kitchen, food, tools and wares. Ensure safety of students and staff. Update menu and specials as required. Ensure proper scheduling of cooking students and teachers.
Financial Responsibilities : Food costing of all dishes and drinks on menus, Identify and requisition of food supplies and
materials/equipment to keep kitchen properly stocked, Review monthly financial report.
Human Resources Responsibilities: Supervise, train, evaluate and support kitchen staff and students, Interview candidates for cooking and Barista teacher positions.

Coffee Shop Manager and Head Chef will has Communication
Responsibilities:
Represent the Teman Baik Coffee Shop business professionally when working with other
businesses and organizations. Meet tour groups and costumers and explain Teman Baik mission and its operations, including the kitchen team to them.

Requirements

Coffee Shop Manager: 1 position

Education: Degree in Business Management or Hospitality or Tourism.
Knowledge: Knowledge of local and international Coffee Shop or restaurant businesses. Experiences: 2 years experience in business management is more preferred.
Skills: management skills, good people skills and good communication skills.

Head Chef: 1 position

Education: Degree in Business Management or Hospitality or Tourism.
Knowledge: Knowledge of local, regional and international cuisine, Knowledge of general kitchen operations.
Experiences: Managing large restaurant kitchens (more preferred).
Skills: kitchen management skills, excellent cooking skills, very good communication skills, good people skills.
Both positions will be required to have:
Language: Bahasa Indonesia (native), good level of English spoken and written is mandatory, knowledge of any other language is a definite bonus. Computer and office technology: E-mail, Word, Excel.
Location: Banda Aceh and will have some travels but not frequent,
Duration: Full-time work, Salary and benefits will be commensurate with qualifications and experiences.

Interested candidates are requested to submit cover letter, CV and salary expectations to piet@friends-international.org with the caption subject: Coffee Shop Manager or Head Chef

Friends-International is an equal opportunity employer and the successful candidate will be selected based on merit.

The successful applicant will be expected to comply with Friends-International’s Child Protection Policy. Teman Baik is a program from Friends-International.
Applications must be submitted before 7th July 2010 and will not be returned.

Only short-listed candidates will be contacted for interview.
www.friends-international.org
Read More....

23 Juni 2010

Admin Assistant at Mae Fah Luang Foundation

23 Juni 2010

Mae Fah Luang Foundation with SEED project one of implemetor for EDFF project currently looking for potential candidate for Admin Assistant.


Personnel Qualifications:




The skill desired to perform this job are:

  1. Diploma III graduation (D-III) majoring in Secretary, Administration/Management with 5 years experiences in similar position in International NGO's.
  2. Under graduate (S1) majoring in Management/Administration with 3 years experiences in similar position in International NGO's.
  3. Good command in English written and spoken
  4. Able to act as receptionist or front office
  5. Able to work under pressure
  6. Able to operate computer (MS-Office, Power point, Excell, internet)
  7. Have a good personal and interpersonal skills

Personnel Job Descriptions:

Under supervision of Office Manager, the specific duties and activities of this position as follows:
  1. To assist in collecting all purchasing receipt
  2. Updating inventory list such as stationery etc
  3. Prepare all project and staff requirements such as document copy etc
  4. To file official document and keep all well organized
  5. Responsible for daily attendance list control of staff and report to Admin Manager
  6. Prepare meeting room and other arrangement related to other event organizing in office
  7. To update and maintain all personal files and keep it as confidential document
  8. Deal with incoming and outgoing letter
  9. Receive the telephone/fax, well come the quest
Other task and responsibility request to performed by Office Manager

Please submit your application letter to: zalthie@yahoo.com before June 25, 2010. Please put Admin Assistant in Subject lineOnly shortlisted candidate will be contact for next stage of recruitment.

Selamat Mencoba "Good Luck"
Read More....

20 Juni 2010

Come Peduli Lingkungan; Gelar Penanaman Mangrove di Sejumlah Lokasi

20 Juni 2010

Kepedulian menjaga lingkungan sangat dibutuhkan, sebab saat ini polusi sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Menjadi lebih penting sebenarnya, jika pemahaman menjaga lingkungan dilakukan melalui mental.

Untuk itu, Conservation Mentality (Come), suatu lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan, sengaja memfokuskan perhatian menjaga lingkungan khususnya di Sumatera dari sisi mental.

"Kita berusaha merubah mental masyarakat untuk menjaga lingkungan, dimulai dari sekolah-sekolah. Yang pertama kita lakukan di Kabupaten Phak-phak Barat pada 17 Maret. Selama satu minggu di enam sekolah kita melakukan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan," kata Direktur Come, Jenny R.L.Berutu, SH, SpN, didampingi Sekretaris Nina Tikasari dan Ida Marni, staf Balai Besar Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, baru-baru ini di Medan.

Pemilihan lokasi di sana, menurut Jenny karena 87 persen Phak-phak Barat merupakan daerah hutan. Untuk itu, kepedulian terhadap hutan (lingkungan) tentu sangat dibutuhkan hingga dapat menjadi penyaring udara yang kotor.

Dijelaskan, sejak Come berdiri 2008, mereka memang sengaja memfokuskan diri ke lingkungan. Sebab, manusia hidup di bumi tentu lingkungan sangat berpengaruh besar. Karena itu, bagaimana kita menjaga lingkungan agar tetap sehat, sebab saat ini kerusakan yang terjadi sudah sangat parah.

Ditambahkan Ida, setelah di Phak-phak Barat mereka ‘bergeser’ ke Pantai Gading, Langkat melakukan dalam rangka Earth Day, dilakukan pemulihan lingkungan dengan menanam bibit mangrove sebanyak 1000 batang. Saat itu, mereka didukung dengan Konsul Amerika, Tolan Tiga, Come dan masyarakat setempat dan banyak mendapat bantuan dari para relawan, khususnya yang peduli terhadap lingkungan.

Setelah penanaman 1000 batang mangrove, kata Ida, masyarakat sengaja dilibatkan untuk bersama-sama menjaganya sehingga ke depannya diharap mangrove menjadi tempat masyarakat mencari ikan. Selain itu, lahan kosong di sekitarnya turut ditanami mangrove serta melakukan penyulaman kembali terhadap bibit yang tidak tumbuh.

"Mangrove tanaman spesifik dan bisa hidup justru di pasang surutnya air laut yang kadar garamnya terasa untuk mangrove," jelas Ida.

Kegiatan lain yang dilakukan yakni di paluh-paluh air Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kelurahan Paya Pasir, Marelan, Selasa-Rabu (8-9/6), bekerjasama dengan Muspika setempat, PT Tolan Tiga, BBKSDA, Badan Metrologi dan Geofisika dan Kelimatologi (BMKG), Balai Pengelolaan Hutan Mangrove (BPHM) dibantu Mapala dari universitas negeri dan swasta di Medan serta sejumlah staf Come seperti Yasra, Rullyawan, Saut Siallagan, Dana, Aziz, Ateng, M.Said, David, dalam rangka Event World Empirontment Day (Hari Lingkungan Hidup se Dunia).

"Tolan Tiga menyerahkan 5000 batang mangrove dan kita tanam di alur sepanjang 3 Km dan kita akan terus memantau perkembangannya," kata Ida.

Sangat Rusak

Soal pemilihan lokasi, Ida menjabarkan karena tempat itu sudah sangat rusak, populasi udara sudah begitu tercemar bahkan airnya menghitam. Kita berharap, sebutnya, semoga hutan bakau di lokasi itu hidup kembali karena sangat membantu masyarakat di sekitar dengan munculnya ikan-ikan tentu tak ketinggalan oksigen yang besar.

Dia menjabarkan, Kota Medan mempunyai permasalahan dengan sampah. Penduduk kota Medan dengan jumlah sekira 2.250 ribu jiwa, rata-rata memproduksi sampah/limbah rumah tangga terdiri dari bahan organik dan non organik serta limbah beracun (khususnya limbah pabrik ) yang dibuang di 2 lokasi, yaitu TPA Medan Marelan dan Namo Bintang masih belum tertata baik.

Idealnya, sebut Ida, sekitar lokasi ini harus dikelilingi pohon hijau guna mengurangi emisi sampah yang terbakar dan mengurangi bau limbah sampah. Limbah sampah merupakan tambang bagi masyarakat pemulung tapi sebagian orang malah merasa jijik. Namun sampah sebenarnya merupakan tambang yang menghasilkan, terlebih lagi bila masyarakat diberi keahlian mengolah limbah menjadi barang yang siap dipakai kembali.

Ke depan, sambung Jenny, Come akan melakukan hal seperti itu secara berkala, baik menengah maupun jangka panjang untuk berpartisipasi menjaga lingkungan.

Dia juga mengimbau masyarakat, agar selalu menjuga bumi. Sebab udara sekarang sudah sangat tercemar dengan polusi kendaraan, pabrik dan sebagainya. Karena itu harus diimbangi dengan menjaga bumi ini tetap bisa dihuni anak cucu kita ke depan.

"Mari kita mulai dari diri sendiri seperti peduli kepada sampah, menghemat kertas, memanfaatkan plastik sebaik-baiknya, jangan menebang pepohonan dan sebagainya.

Yang jelas, kita berupaya membentuk mental-mental konservasi dan merubah cara pandang masyarakat bagaimana menjaga lingkungan.

Sementara, Kepala BBKSDA, Ir. Jati Witjaksono mengatakan, dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BBKSDA Sumut memberi apresiasi tinggi COME yang telah menunjukkan aksi nyata dalam bentuk peranserta masyarakat, dalam rangka mewujudkan kota Medan dan Sumut yang bersih dan sehat.

"Dengan tema kegiatan "Many People, One Planet, One Future", maka kita harus mulai sekarang menjaga lingkungan hidup kita untuk keberlanjutan generasi yang akan datang,"
Read More....

Kehadiran Sampah di Tengah Kita



Kehadiran sampah memang menyebalkan, menjijikkan, mengganggu udara, mengganggu penciuman, mengganggu pemandangan, dan yang paling buruk mengganggu kesehatan. Kehadiran sampah selalu menjadi problem. Sampah yang merupakan material sisa kehadirannya selalu tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses, proses di tubuh, di dapur, di pabrik atau di lingkungan sekitar kita.

Pada dasarnya sampah merupakan konsekuwensi dari adanya aktivitas manusia, sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup berpengaruh pula pada volume sampah yang dihasilkan. Kelebihan produksi sampah bisa menjadi semacam bom waktu, setiap saat dapat meledak dan membawa banyak korban.

Lihatlah pada saat banjir menghadang, luapan aliran sungai yang tersumbat terhalang timbunan sampah sebagai kontributor kita yang sembarangan membuang sampah. Atau perhatikanlah saat tempat pembuangan akhir (TPA) setempat sudah tidak dapat lagi menampung keberadaan sampah warga kota, semak dan menyebalkan.

Aktivitas keseharian kita memproduksi banyak sampah, sejak bangun pagi, buka pintu, mulai membuang sampah, saat sarapan pagi, makan siang, makan malam, menyisakan sampah. Sampai larut malam menyaksikan acara tv kita masih memproduksi sampah, bahkan akan berangkat tidurpun masih juga mengeluarkan sampah. Sampah yang kita hasilkan tidak hanya berasal dari makanan serta bungkusnya, tapi juga dari berbagai aktivitas yang kita lakukan. Ada sampah daun, kertas, kulit buah-buahan, botol, gelas plastik, gelas kaca, kantong plastik, kaleng, atau styrofoam.

Sampah Plastik

Mengubah prilaku merupakan sesuatu pekerjaan yang tidak mudah dilakukan, apalagi itu menyangkut kebiasaan buruk. Sesuai dengan sifat dasar manusia, sepele, tidak peduli, pelupa, malas, jorok dan egois. Perilaku dan budaya ini harus diubah meyangkut kepedulian terhadap lingkungan, mau dan siap menghargai lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Sebagai kontributor sampah kita berhasil melepaskan sampah lewat aliran sungai ketika hujan turun pada aliran sungai yang sedang meluap, namun lihatlah apa yang terjadi di laut, muara dari berbagai sungai, mengapung berbagai sampah pelastik.

Badan Lingkungan PBB memperkirakan, tahun 2006 tiap 1 mil persegi lautan mengandung 46.000 lembar sampah plastik (marine debris). Atas dasar kelalaian manusia sehingga menimbulkan kerusakan, dilaporkan pada dasar perairan Samudra Pasifik tertutup sampah plastik yang luasnya dua kali daratan Amerika Serikat, diperkirakan jadi dua kali lipat pada 2015. Ini akan berdampak negatif pada rantai makanan. Di laut Pasifik terjadi proses oseanografi gyre, yakni arus melingkar searah jarum jam berkecepatan lambat.

Lingkaran arus ini cukup luas, ribuan kilometer. Sampah plastik secara perlahan bergerak sesuai aliran gyre. Lama-kelamaan sampah plastik mengumpul di tengah gyre karena energi arus di tengah gyre cukup lemah, disebut sebagai "zona mati". Charles Moore, ahli oseanografi Amerika, menyebut Lautan Pasifik sebagai "Great Pacific Garbage Patch". Diperkirakan 100 juta ton sampah terapung mengikuti aliran gyre. (Kompas,12/05/’09).

Dari plastik yang tersebar di Great Pacific Garbage Patch sampai limbah berbahaya hadir sebagai mesin bom waktu. Ketua Eksekutif Jaringan Konvensi Basel, Jim Puckett, menyatakan setiap hari tidak kurang 5.200 kontainer limbah berbahaya didaratkan di Hong Kong untuk kemudian dikirimkan ke negara pengimpor limbah.

Ada yang dilakukan secara legal namun tidak kurang yang ilegal. Delapan puluh persen dari angka kontainer itu berasal dari Amerika Serikat untuk dikirim ke Kota Guiyu China, ada 5500 industri rumahan yang mengolah bagian-bagian dari elektronik bekas, yang dikenal dengan sebutan e-waste. Berdasarkan data dari situs lokal, wilayah tersebut setiap tahun mengolah sekitar 1.5 juta pon sampah yang terdiri dari sampah komputer, ponsel maupun perangkat elektronik lainnya.

Bahkan baru-baru ini Indonesia kebagian porsi sampah. "Ada sembilan kontainer limbah berbahaya ilegal dikirim dari Massachusetts ke Indonesia," kata Jim Puckett, kepada pers, di Nusa Dua, Bali. Kehadiran kontainer sampah berbahaya ini tidak diketahui keberadaannya, namun pasti secara materi kerugian yang didapat tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh.

Ratusan Tahun Terurai

Secara umum sampah yang ditemukan pada TPA merupakan sampah organik yang mudah terurai sebesar 60-70 persen. Sampah ini terdekomposisi dengan adanya limpasan air hujan bentuk lindi (air sampah), bau menyengat dan gatal apabila terkena kulit. Lindi bergerak sebagai cairan yang mencemari sumber daya air baik air tanah maupun air permukaan. Lindi yang terbentuk dapat mengandung bibit penyakit pathogen seperti tipus, hepatitis atau lainnya. Tumpukan sampah yang beraneka ragam menjadikan lindi mengandung logam berat, salah satu bahan beracun.

Banyak material sampah membutuhkan waktu cukup lama untuk terurai oleh alam. Gelas atau kaca misalnya, butuh ratusan tahun untuk terurai. Lebih parah lagi, sebagian sampah seperti styrofoam tidak dapat terurai dan mengandung bahan berbahaya. Berdasarkan paparan di papan zona sampah, gelas atau kaca, adalah sampah yang paling lama terurai, disusul kaleng yang membutuhkan waktu 80-100 tahun untuk terurai, kemudian plastik yang terurai dalam 50-80 tahun, kertas, 2-5 bulan, dan yang paling mudah terurai adalah sampah organik yang membutuhkan minimal satu bulan.

Persoalan sampah tidak hanya sekedar menyangkut bagaimana secara teknis mengatasi problem sampah, namun menyangkut prilaku dan budaya masyarakat itu sendiri. Perilaku buruk masyarakat harus terus diingatkan bagaimana memperlakukan sampah sebagaimana mestinya. Bila hal ini terabaikan, bayang-bayang bencana banjir dan penyakit akan terus menghantui disetiap pergantian musim.

Masih jelas dalam ingatan bencana longsor di tempat TPA Leuwigajah, Bandung pada Tanggal 21 Februari 2005 merupakan hari kelabu bagi para warga kampung Cilimus, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung, yang berada di sekitar puluhan ton sampah menggulung puluhan rumah hingga sejauh lebih dari satu kilometer, setidaknya 143 jiwa menjadi korban, puluhan lainnya luka-luka, dan ratusan warga lainnya kehilangan tempat tinggal.

Melihat sulitnya material sampah terurai, perlu memberikan pendidikan atas perilaku buruk yang telah dilakukan selama ini, masyarakat dapat imbauan, diajak dan diberikan informasi yang tepat dan menarik dengan penyediaan sarana dan prasarana, serta penegakan hukum yang tegas. Diberikan pengertian bagaimana warga bersikap berani menegur orang-orang yang membuang sampah sembarangan.

Sehatnya suatu kota maupun desa tergantung bagaimana masyarakat memperlakukan sampah. Bilamana sampah masih berserakan di mana-mana, pertanda dikawasan tersebut tingkat kesadaran masyarakat terhadap lingkungan masih rendah pastilah lingkungan belum sehat.

Oleh: Ir .Tauhid Ichyar, MT (penulis adalah pemerhati masalah lingkungan)

Read More....

15 Juni 2010

Pendanaan Untuk Melestarikan Hutan Sumatera

15 Juni 2010

Program TFCA-Sumatera
Call for Concept Paper
Pendanaan untuk Melestarikan Hutan Sumatera
TFCA Sumatera membuka kesempatan pendanaan bagi para penggiat LSM/KSM lingkungan serta kalangan Perguruan Tinggi di Sumatera untuk mengajukan konsep program yang perlu didanai dalam kerangka pelestarian hutan Sumatera.
“Dicari konsep-konsep inovatif yang diusulkan untuk pelestarian hutan Sumatera sesuai dengan 6 aktifitas kunci TFCA (authorized purposes)” ungkap Samedi, Direktur Program TFCA.
Dengan demikian, untuk pengajuan permohonan pendanaan, pihak pengusul cukup mengirimkan concept paper kepada TFCA Sumatera dan apabila usulannya diterima, barulah dikembangkan lebih lengkap dalam bentuk proposal lengkap. Diharapkan concept paper yang dikirimkan telah secara singkat dapat menggambarkan latar belakang, tujuan, hasil yang diharapkan, pihak yang terlibat, perkiraan biaya yang dibutuhkan, dsb. Informasi lengkap tersedia pada lampiran email ini.

Diharapkan selambatnya tanggal 10 Juli 2010 lembaga pengaju konsep telah mengirimkan usulannya pada TFCA Sumatera. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di website kehati (www.kehati.or. id) atau website TFCA-Sumatera yang akan dirilis dalam waktu dekat. Semoga Bermamfaat.


Read More....

Mengenai Saya

Foto Saya
CareLingkungan
Aceh, Indonesia
Webblog ini bertujuan sebagai Media perbandingan untuk kegiatan Lingkungan dengan Motto :Jadilah Pejuang Hijau, Agar Bumi Sehat
Lihat profil lengkapku

Berlangganan Artikel

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Buku Saku

Hijau,Buku,Lingkungan

Tukeran link Sobat

Copy kode dibawah masukan di blog anda, maka Kami akan segera linkback kembali, Terima Kasih

Kolom blog tutorial

Recent Post

 

Contact

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info
Click to join carelingkungan

'Save Our Earth'

Pariwara

Pengikut

Sahabat Hijau

Traffic Feed

Copyright © Save Our Earth | Powered by Blogger | A-R Skin Blogger Template